Pilihan Investasi dan Penginapan di Singapura

Mungkin ini bisa jadi pilihan investasi dan atau penginapan bagi Anda.

Selain untuk berlibur dan berbelanja, Singapura juga untuk tempat berobat orang Indonesia. Mencari penginapan tentu menjadi salah satu kebutuhan. Kalau mau penginapan dengan harga miring, ada juga, lho, penginapan milik orang Indonesia. Selain harganya murah, suasananya pun nyaman seperti di “rumah”.

Selain hotel berbintang lima, kelas backpacker pun tersedia dengan tarif sekitar 20 sampai 50 dollar Singapura per malam. Hotel ini lebih cocok bagi remaja atau mereka yang bepergian tanpa membawa anak-anak. Soalnya, kapasitas setiap kamar benar-benar dimaksimalkan. Dalam satu kamar terdapat beberapa tempat tidur, di antaranya tempat tidur bertingkat yang bisa menampung sampai 10 orang.
Ada juga hotel kelas menengah ke bawah atau losmen. Hotel jenis ini banyak ditemui di kawasan Little India, China Town, dan Bugis. Dengan kisaran harga 60 sampai 100 dollar Singapura per malam, tempat ini jelas lebih nyaman bagi keluarga dan yang membawa anak-anak.

Langganan Artis
Meski murah, beberapa lokasi hotel tersebut sedikit jauh dari pusat kota atau pusat perbelanjaan seperti Orchard. Untuk memangkas biaya transportasi tak ada salahnya memilih lokasi penginapan yang terletak tepat di jantung Orchard.
Bila jeli, di antara gedung-gedung bertingkat di kawasan tersebut, terselip beberapa apartemen yang dimodifikasi menjadi penginapan. Dengan harga sekitar 60 – 100 dollar Singapura per malam, kamar-kamar di apartemen Gedung Lucky Plaza, Elizabeth Towers, dan sekitar Jalan Lada Puteh, lebih cocok bagi mereka yang bepergian bersama keluarga.
Keberadaan apartemen yang berubah fungsi ini sungguh disyukuri oleh para wisatawan. Di antaranya Nadia, yang bersama dua teman kampusnya sedang menghabiskan waktu libur di Singapura. “Harga kamar yang murah dan lokasinya strategis sangat membantu, sesuai dengan kantong. Kalau menginap di gedung ini (Lucky Plaza, Red.) ke mana-mana juga dekat,” tutur gadis berambut sebahu ini.

Ternyata tak hanya Nadia yang suka menginap di gedung apartemen ini. Beberapa artis Indonesia pun kerap menginap di sini. “Sudah beberapa kali saya bisa ketemu artis. Bahkan Zaskia A. Mecca, Pasha Ungu, dan (alm) Chrisye, pernah menginap di sini. Senang ketemu artis seperti mereka, enggak sombong.” ucap Rika yang sudah lima tahun belakangan ini bekerja pada Hui, warga Singapura, menjaga penyewaan apartemen.

Selama menjadi TKI di Singapura, Rika bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kenyamanan tamu di apartemen majikannya. “Di sini, saya bertanggung jawab atas sebelas kamar di dua unit apartemen. Harganya beda-beda, mulai dari 65 hingga 120 dollar Singapura. Kalau musim liburan, tarif setiap kamar bisa naik 20 dollar.”

TKI asal Jombang ini merasa senang bekerja di Singapura. “Setiap bulan saya terima gaji bersih SGD 400. Kadang juga suka terima tip dari tamu yang jumlahnya bisa lebih besar dari gaji,” katanya senang.

Usaha penyewaan apartemen murah di Singapura juga digeluti Susanto Ongkowijoyo (47) dan Emillia Tantri (37). Sudah lima tahun lebih, pasangan suami-istri asal Indonesia ini menekuni usaha tersebut.

“Awalnya tak ada pikiran untuk menjalani usaha seperti ini. Kami memang sering ke Singapura untuk jalan-jalan, biasa menginap di apartemen seperti ini. Lama-lama, kami melihat usaha kayak begini sepertinya sangat bagus. Jadi, sejak 2003 lalu, kami mulai mencobanya dengan membeli satu unit apartemen,” ujar Emillia.

Kebetulan juga, “Suami saya punya usaha perhotelan di Jakarta dan Surabaya. Jadi, usaha seperti ini sudah tidak asing lagi bagi kami,” sambung ibu satu anak ini.

Satu unit apartemen ukuran besar dengan tiga kamar tidur dan dua kamar mandi itu dimodifikasi menjadi tujuh kamar tidur dengan ukuran kamar rata-rata seluas 3 X 4 meter. Untuk harga, lanjut Emillia, tergantung musim. “Kalau musim liburan, harganya naik jadi sekitar 60 sampai 120 dollar Singapura.”

Meski tergolong murah, fasilitas yang ditawarkan di apartemen seperti ini tak kalah dengan hotel. Setiap kamar ada AC, kamar pun dibersihkan setiap hari. Kamar mandi ada yang di dalam dan maupun luar kamar. Tersedia juga dapur yang bisa dipakai bersama.

“Yang berbeda dengan hotel, di sini lingkungannya sangat nyaman, kekeluargaan seperti di rumah. Misalnya seperti di dapur, penyewa bebas menggunakan peralatannya. Kami juga menyediakan minuman dan makanan instan seperti mi,” beber Emillia.

Pelanggannya tak hanya mereka yang hendak berwisata di Singapura. “Ada juga yang menginap di sini dalam rangka berobat atau menunggu keluarganya di rawat di rumah sakit.” Kebetulan jarak apartemen dengan Rumah Sakit Mount Elizabeth sangat dekat, sekitar 100 meter.

Bagi penyawa dalam jangka panjang, Emillia bisa memberi diskon khusus. Kadang, lanjutnya, ada yang menyewa kamar untuk satu bulan penuh. “Biasanya pasangan suami-istri yang sedang menjalani program bayi tabung.” Namun, meski dekat dengan rumah sakit, Emillia tidak menerima penyewa dengan dengan kondisi sakit parah.

Aturan Ta Ketat

Berawal dari satu unit apartemen, usaha yang digeluti keduanya terus meningkat hingga mempunyai empat unit apartemen yang sudah dimodifikasi dan disewakan.

Ada beberapa peraturan yang diterapkan Emillia di apartemen miliknya. Salah satunya, tidak boleh merokok di dalam kamar. Namun, dibandingkan dengan apartemen lain milik warga Singapura, peraturan Emillia lebih sedikit. Misalnya, tidak seperti fasilitas di apartemen miliknya, penggunaan air di apartemen lain sangat dibatasi. “Waktu check-out mereka juga sangat ketat. Jam 12.00 sudah harus keluar kamar. Bahkan, pernah kejadian, barang-barang tamu sudah dikeluarkan dari kamar meski waktu check-out belum tiba. Kalau kami, masih kasih waktu satu jam untuk yang telat check-out.”

Itu sebabnya, hampir 90 persen penyewa apartemen miliknya berasal dari Indonesia. “Karena kami dari Indonesia juga, kebudayaannya sudah pasti sama. Jadi, enggak kaget lagi dan akan lebih merasa nyaman seperti di rumah sendiri. Tempat-tempat belanja yang biasa dituju orang Indonesia juga dekat dari sini, tinggal jalan kaki,” ungkap Susanto. Ingin mencoba?

Sumber : KOMPAS


 Powered by Max Banner Ads 

About the Author

http://rumahkpr.com Bukan Pegawai Bank Hanya mengurus KPR untuk member Bebas komisi

6 Responses to “Pilihan Investasi dan Penginapan di Singapura”

  1. Hallo Mas Heru, Saya rencana liburan juga ke Singapore & ingin coba menginap di Apartemen Bu Emillia.
    Boleh minta nmr telp, alamat & emailnya Bu Emillia?
    Trmksh byk sblmnya mas…

    Balas Komen ini

    KPR Reply:

    @ubay al-syah f.h, haduh…
    saya gak punya mas…

    Balas Komen ini

  2. Hallo Mas Heru, Saya mau visit Singapore & menginap di Apartemen Bu Emillia.
    Boleh minta telp, alamat & emailnya Bu Emillia?
    Thank you so much yah for your help.

    Balas Komen ini

  3. Pak Heru,saya mau liburan hemat ke Singapore,dan ingin menginap di apartemen Bu Emillia.
    Boleh minta alamat,telp,dan e-mailnya?
    Makasih banyak sebelumnya..ditunggu bgt jawabannya

    Balas Komen ini

  4. hallo mas Heru saya tertarik untuk menyewa Apt milik Ibu emillia ini, jika boleh, saya ingin tahu nomer telfonnya dan alamat email nya, thx yah

    Balas Komen ini

  5. Apakah tau alamat / no telp / contact person dr apartemen yg disewakan oleh Emilia ? thx banget infonya

    Balas Komen ini

Leave a Reply